Friday, August 1, 2014

Mobil Lexus Ini Ternyata Suspensinya Pakai Buatan Yamaha

Yamaha ternyata tidak hanya jago membuat komponen untuk motor, malah mereka sudah mampu memproduksi komponen suspensi untuk mobil. Salah satunya untuk pabrikan mobil mewah Lexus.

Yamaha membuatkan peredam kejut untuk mobil Lexus NX, mobil SUV berukuran <i>compact</i> pertama dari Lexus yang baru dirilis beberapa saat waktu lalu di Jepang.

Ini bukan kali pertama Yamaha dan Lexus berkolaborasi. Sebelumnya Yamaha juga memasangkan performance damper pada mobil Lexus CT200h, RX450h/350 dan HS250h. Selain itu Yamaha juga berkontribusi dalam pengembangan mobil super Lexus LFA.



Performance damper buatan Yamaha pertama kali diproduksi massal tahun 2004, setelah 4 tahun dikembangkan di lab Yamaha. Sejak itu, peredam kejut Yamaha juga dipakai di beberapa tipe kendaraan.

Lexus NX di Jepang sendiri dijual dalam beberapa tipe yakni seperti NX 200t, dan NX300h yang masing-masing memiliki versi L, F Sport dan I Package. Harganya di Jepang sana mulai 4,92 juta yen sampai 5,82 juta yen.


NX 300h (with options)
Mesinnya menggunakan mesin 2.0 liter turbo, pertama untuk Lexus. Jika ingin ramah lingkungan ada versi hybrid yang menggabungkan mesin 2.5 liter dengan motor listrik. Hasilnya sebuah mobil dengan konsumsi BBM 21 km per liter. Detik.com

Friday, June 27, 2014

Indonesia Ekspor 5000 Unit Avanza ke Negara Arab

Dapat berita menarik dari liputan6.com mengenai Ekspor Mobil Avanza dari Indonesia ke Negara - negara arab sampai 5000 unit. Berikut beritanya :

Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf
Masyarakat Indonesia patut berbangga, sebab negara ini sudah menjadi basis produksi kendaraan. Hal ini dibuktikan PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil memperluas pasar ekspor kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya yaitu Avanza ke Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan peresmian ekspor perdana Avanza yang dilaksanakan di Vehicle Logistic Center (VLC) Daihatsu di kawasan Sunter pada Senin (16/6/2014) ini.

"Perluasan pasar ekspor Avanza ke Timur Tengah ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global produk ADM sekaligus keberhasilan koordinasi Grup Toyota," ujar Sudirman MR, Presiden Direktur ADM.

Sesuai rencana, PT TMMIN tahun ini akan mengirim sejumlah 5.000 unit Avanza ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bentuk Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan MPV di sana.

Sejak produksi perdana pada akhir 2003 hingga Mei 2014 yang lalu, ADM telah memproduksi Avanza sebanyak 1.394.954 unit yang terdiri dari 1.183.867 unit untuk kebutuhan pasar domestik dan 211.087 unit untuk diekspor ke 44 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Proses perakitan yang dilakukan di pabrik Sunter dan Karawang ini telah melibatkan 830 supplier dengan jumlah tenaga kerja sekitar 487 ribu orang termasuk perusahaan value chain. Penggunaan komponen lokal pada Avanza saat ini telah mencapai 85 persen dan diharapkan akan terus meningkat.

"Toyota Indonesia melakukan ekspor untuk pertama kali pada 1987 dengan mengandalkan model Kijang Super ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, lebih dari 70 negara yang berada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia," ujar Made Dana Tangkas, Direktur PT TMMIN.

Made memaparkan kalau negara-negara tujuan eksport dari Avanza tersebut adalah ke Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain. Apalagi, masyarakat di kawasan Timur Tengah sangat menggemari kendaraan buatan Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.

Keberhasilan membuka pasar baru Avanza ini semakin mengukuhkan pengakuan pasar internasional atas kualitas global kendaraan yang diproduksi oleh Grup Toyota di Indonesia. (Ysp/Nrm)
(Nurmayanti) - See more at: http://otomotif.liputan6.com/read/2063829/indonesia-lempar-5-ribu-unit-avanza-ke-jazirah-arab#sthash.mhNtO3hg.dpuf

Sunday, June 22, 2014

Mobilio terlaris untuk kelasnya di tiga kota

Jakarta (ANTARA News) - Honda Mobilio menjadi yang terlaris di kelas low multi purpose vehicle (LPMV)  di tiga kota yaitu Solo, Semarang, Yogyakarta.

"Terlaris di kota-kota tersebut untuk kelas LPMV. Mobilio juga menjadi penyumbang terbesar untuk penjualan Honda," kata Yosef Swasono Agus, Corporate Communication Manager Honda Prospect Motor.

Yosef mengemukakan hal tersebut di sela kegiatan  Wisata Plus Honda Mobilio - Tantangan Hemat 20km/liter yang berlangsung akhir pekan ini di Sentul, Bogor.

Menurut Yosef, warna yang paling banyak dipesan konsumen adalah putih.

Sejak diperkenalkan pada September 2013, hingga Mei Mobilio telah terjual 35.550 unit.

50  persen penjualan Mobilio adalah dari Jakarta dan sekitarnya.

Mobilio juga berada di peringkat ke-2 segmen LMPV dengan pangsa pasar 22 persen.

"Yang paling laku secara keseluruhan adalah E-CVT (transmisi otomatis) sedangkan transmisi manual paling laku di Jawa Tengah," kata Yosep.

Mobilio baru-baru ini meluncurkan tipe termewahnya yaitu tipe "RS", menambah jajaran yang sudah ada yaitu E manual, E-CVT dan Prestige.

"Pasar untuk LPMV dengan harga Rp200 juta sudah penuh, tapi  yang sedikit di atas 200 juta hingga Rp250 juta, peluangnya secara bisnis masih baik. Banyak orang yang ingin mobilnya tampil beda," kata Yosep mengenai alasan Honda meluncurkan Mobilio RS.

Harga Mobilio RS manual Rp203,5 juta sedangkan tipe transmisi otomatis adalah Rp214 juta on the road Jakarta.

Mobilio yang pertama kali di perkenalkan ke dunia oleh Honda pada IIMS 2013 di Indonesia juga akan segera beredar di India.

Menurut media-media di India, Mobilio yang akan beredar di negara tersebut menggunakan mesin bensin dan diesel.

"Kalau untuk Indonesia, kami fokus pada mesin bensin 1.500 cc," kata Yosep.

Mobilio didukung mesin i-VTEC SOHC 1,5L, 16 valve yang mampu menghasilkan tenaga 118 PS pada putaran mesin 6.600 RPM.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia  (Gaikindo) menyebutkan pada 2013 total penjualan mobil di segmen LPMV mencapai 332.971 unit.

Para pemain yang masuk di segmen tersebut selain Honda Mobilio antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga.


Editor: Aditia Maruli

Wednesday, June 18, 2014

Agya dan Ayla Masih Raja Mobil Murah di Indonesia

Penjualan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) pada Mei 2014 di Tanah Air mengalami penurunan. Hal serupa juga dialami pada penjualan mobil keluarga seperti Low Multi Purpose Vehilce (LMPV).

Berdasarkan data yang disebutkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) pada Mei 2014 hanya mencapai 12.251 unit.

Padahal, bulan sebelumnya seperti Maret dan April penjualan LCGC meningkat, masing-masing sebesar 13.443 unit dan 13.649 unit.

Toyota Agya masih menempati posisi teratas dengan penjualan mencapai 4.314 unit pada Mei 2014, disusul kembarannya Daihatsu Ayla dengan penjualan 3.309 unit, dan Brio Stya sebanyak 2.500 unit.

Adapun di urutan ke empat kini langsung dihuni pendatang baru yakni Datsun Go+ Panca yang awal debutnya ditandai dengan penjualan 1.910 unit. Sementara posisi kelima, diraih Suzuki Karimun Wagon R yang hanya terjual 937 unit.

Berikut data lengkapnya:

1. Toyota Agya

A. Agya E 1.0 MT 75 unit
B. Agya E 1.0 AT  13 unit
C. Agya G 1.0 MT 1.028 unit
D. Agya G 1.0 AT  1.007 unit
E. Agya TRD S 1.0 MT 1.184 unit
F. Agya TRD S 1.0 AT 1.007 unit

Total:  4.314 unit
2. Daihatsu Ayla

A. Ayla D 1.0 MT 7 unit
B. Ayla D+ 1.0 MT 121 unit
C. Ayla M 1.0 MT  544 unit
D. Ayla M 1.0 AT 90 unit
E. Ayla X 1.0 MT 1.782 unit
F. Ayla X 1.0 AT 765 unit
Total: 3.309 unit
3. Honda Brio Satya

A. Brio Satya tipe A 1.2 MT 123 unit
B. Brio Satya tipe S 1.2 MT 418 unit
C. Brio Satya tipe E 1.2 MT 1.959 unit
Total: 2.500 unit
4. Datsun Go+ Panca

A. Go+ Panca 1.2 Low 3 unit
B. Go+ Panca 1.2 Mid 62 unit
C. Go+ Panca 1.2 High 1.126 unit
Total: 1.910 unit
5. Suzuki Karimun Wagon R

A. Wagon R GA 1.0 MT 120 unit
B. Wagon R GL 1.0 MT 502 unit
C. Wagon R GX 1.0 MT 315 unit
Total: 937 unit
(Sumber: Gaikindo)